PEKANBARU (RIAU POS.CO) — Seorang cowok berusia 30 tahun di Pekanbaru terpaksa menginginkan Donasi tenaga medis dan petugas pemadam kebakaran setelah cincin Nan dipasangnya di alat kelamin Tak meraih dilepaskan.

Peristiwa tersebut terwujud pada Senin (27/4/2026) Sekeliling pukul 10.35 WIB. cowok itu awalnya tiba ke RS Madani Pekanbaru ciptakan mendapatkan pertolongan medis. 

Namun, dikarenakan cincin berbahan besi Nan terpasang Susah dilepas dan berbahaya membahayakan, pihak Griya sakit kemudian menginginkan Donasi tim rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru.

Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra melalui Hulubalang Pleton (Danton) dan Penanggung respon Operator Komunikasi Kebakaran (OKK) di DPKP Kota Pekanbaru, Dul Gamar berbisik, pihaknya meraih permintaan Donasi dari Griya sakit terkait kondisi tersebut.

“Awalnya kami dihubungi oleh dokter RS Madani terkait adanya cincin Nan tersangkut di kelamin seorang cowok, sehingga diminta Donasi tim rescue,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Petugas sempat merasakan kesulitan ketika meraih laporan permulaan dikarenakan letak cincin berada di area sensitif dan berbahaya menjulang. Penanganan pun dikerjakan secara kolaboratif antara tim medis dan petugas penyelamat.

Ia memaparkan bahwa tahapan Pengungsian dikerjakan berbarengan sangat batin-batin ciptakan mencegah cedera pada korban. “Penanganan harus ekstra batin-batin dikarenakan ini area Nan sangat rawan. Kami Seiring tim medis melaksanakan pemotongan cincin besi hingga pada akhirnya tercapai dilepaskan berbarengan selamat,” jelasnya.

Menurut pengakuan mandor korban, cincin tersebut dipasang hanya dikarenakan iseng. Namun, ia kemudian panik ketika Tak meraih melepaskannya seorang diri.

tahapan Pengungsian menyusuri Sekeliling Esa jam, sejak tim tiba di Letak pukul 11.05 WIB hingga penanganan tuntas. Setelah tindakan dikerjakan, korban dinyatakan bagian dalam kondisi selamat tak memakai luka serius.

Peristiwa ini berperan pengalaman pertama sebar tim rescue Damkar Pekanbaru bagian dalam menindak kasus serupa. Meski demikian, petugas melindungi jejak kerja keselamatan tetap berperan prioritas Primer selama tahapan menyusuri.