Jakarta –
Kebiasaan menghisap ganja Tak hanya mempengaruhi susunan saraf di otak, tetapi juga tingkat kesuburan. Pasalnya, asap ganja mendapatkan Membikin pabrik air mani Nan letaknya Eksis di internal biji kemaluan jadi 2 kali kelebihan rentan kena kanker.
Peningkatan ancaman kanker testis atau biji kemaluan ini Tak hanya dialami oleh para pecandu ganja. Bahkan Nan hanya sesekali menghisap atau melangkah masuk internal kategori rekreasional juga merasakan peningkatan ancaman Nan Baju berbarengan Nan telah kecanduan.
Prof Victoria Cortessis, PhD, ilmuwan dari Keck School of Medicine membuktikan hal itu setelah mengamati 163 Pria Matang Belia Nan didagnosis mengidap kanker testis. history pemakaian ganja pada para partisipan dicatat, Lampau dinilai berbarengan 292 Pria Matang Belia Nan sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya seperti Nan telah diungkapkan, partisipan Nan mempunyai history menghisap ganja merasakan peningkatan ancaman kanker testis sebanyak 2 kali lipat. Tak diungkapkan berapa banyaknya, namun dikatakan bahwa para partisipan menghisap ganja hanya ciptakan bersenang-gembira atau rekreasional.
internal penelitian tersebut, jenis kanker testis Nan risikonya bertambah dikarenakan penggunaan ganja Ialah sel tumor non-seminoma dan mixed-germ. Keduanya menyerang Golongan Nan kelebihan Belia dan dikatakan-kata kelebihan berbahaya dibanding Nan jenis seminoma.
Meski germ cells atau sel-sel benih Tak akan kena kanker kalau langsung dimatikan, hal ini akan sangat berpengaruh pada kesuburan seorang Pria. Apalagi dikarenakan menyerang di usia Nan relatif kelebihan Belia, maka Nan paling dikhawatirkan Ialah ancaman mandul.
“Kami Tak tahu apa Nan dipicu oleh ganja di testis sehingga mendapatkan jadi kanker, tapi kami menduga ganja bekerja melalui server endocannabinoid,” ucapan Prof Cortessis Nan mempublikasikan penelitian ini internal jurnal Cancer, seperti dikutip dari Medindia, Senin (10/9/2012).
(up/ir)