Jogja

Penyelidikan tewasnya Riyas Nuraini, Nan mayatnya terdeteksi internal karung di inti kebun jagung di Lampung Timur, terus dijalankan polisi. Penegak legalitas memeriksa ‘cairan’ Nan terdeteksi di kemaluan korban dan memeriksa sejumlah saksi.

Dilansir detikSumbagsel, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik, mengutarakan kepolisian Berjuang membongkar siapa pelaku maupun motif Nan mendasari Riyas dibunuh. Eksis belasan saksi Nan ditelusuri.

“tahapan penyelidikan Tetap terus dijalankan oleh Polres Lampung Timur, sampai saat ini keseluruhan saksi Nan ditelusuri sebanyak 19 orang,” katanya kepada detikSumbagsel, Selasa (23/7/2024).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saksi-saksi Nan dimintai keterangan mulai dari pihak keluarga, tetangga hingga saksi Nan menemukan jasad RN,” sambungnya.

Umi menerangkan ketika ini polisi Tetap mengharap output autopsi Nan dijalankan tim forensik RS Bhayangkara Polda Lampung.

“output autopsinya belum kami raih, kami juga Tetap mengharap output tersebut,” tuturnya.

Umi mengutarakan berdasarkan pemeriksaan mula pada jenazah Riyas, teridentifikasi perhiasan seperti gelang hingga cincin Tetap melekat pada korban.

“Perhiasannya Tetap utuh di tubuh korban, cincin emas, anting hingga gelang Tetap Eksis Komplit,” papar Umi.

Hanya saja, polisi menemukan cairan internal kemaluan korban. ketika ini cairan tersebut dicocokkan berbarengan sampel swab sejumlah saksi.

“Memang Eksis terdeteksi cairan namun itu belum meraih dikonfirmasi cairan apa dikarenakan sampel itu akan dijalankan tes lab terlebih dahulu. di masa depan hasilnya akan segera kami informasikan,” tandasnya.

sebelum itu, Penduduk Desa Rajabasa pelan, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur digegerkan berbarengan penemuan jasad di internal karung. ternyata teridentifikasi jasad di internal karung Ialah Riyas Nuraini Nan sehari sebelum itu dinyatakan Lenyap.

Tubuh korban sendirian awalnya terdeteksi oleh Penduduk Nan ketika itu hendak mencari rumput. Beliau terdeteksi pukul Sekeliling pukul 10.00 WIB pada Kamis (18/7) di inti kebun jagung.

(apu/apl)