• Seorang dosen UNPAM bergelar PhD diperkirakan mengerjakan pelecehan seksual terhadap penumpang Wanita di bagian dalam gerbong KRL rute Nambo.
  • Pelaku diperkirakan sengaja menghalangi pandangan berbarengan tas ransel di Ambang tubuh ciptakan meraba korban, namun langsung diteriaki oleh korban di Letak.
  • Identitas pelaku telah terungkap melalui jejak digital, dan sekarang ia terancam Hukuman administratif hingga pemecatan sesuai regulasi Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021.

Bunyi.com – Bumi pendidikan lebar kembali sebagai sorotan setelah tampak dugaan kasus pelecehan seksual Nan menyertakan seorang dosen.

Seorang dosen Universitas Pamulang (UNPAM) bergelar PhD berinisial FHS diperkirakan mengerjakan pelecehan terhadap seorang penumpang Wanita di bagian dalam gerbong KRL Commuter Line.

Video Nan memperlihatkan konfrontasi antara korban dan terduga pelaku pun sekarang viral di media sosial.

Insiden ini mencuat setelah identitas Instagram @mahasiswagabut.id mengirimkan ulang kronologi dari korban pada Pekan, 15 Maret 2026.

peristiwa bermula ketika korban, pemilik identitas @asrta.vo, menaiki kereta maksud Nambo dari Stasiun Tebet Sekeliling pukul 20.37 WIB. Kondisi gerbong Nan lumayan penuh digunakan pelaku ciptakan melancarkan aksinya.

“gua merasakan peristiwa itu (asusila) ketika berada di gerbong (stasiun) Universitas Pancasila menuju (stasiun) Universitas Indonesia. Pelaku mengerjakan aksinya Sekeliling pukul 21.00 WIB,” catat korban bagian dalam keterangan tertulisnya.

Modus Nan digunakan pelaku tergolong licin. Pria Nan terungkap mengajar di Program Studi Teknik Industri tersebut memakai tali tas ransel Nan disampirkan di Ambang ciptakan menutupi pergerakan tangannya.

“Pelaku membawa tas ransel di Ambang, Lampau tangannya meraba area kemaluan gua dan mengelus kemaluan gua sebanyak dua kali. tak memakai memikir lebar gua langsung menepuk lengan pelaku dan berteriak ‘pelecehan’,” terus korban.

Alih-alih menginginkan sorry, pelaku Malah bersikap defensif dan menolak tuduhan tersebut hingga terjadi keributan di bagian dalam gerbong.

Petugas keamanan KAI Commuter segera susut tangan dan melindungi pelaku ketika kereta berhenti di stasiun terdekat ciptakan dimintai keterangan kelebihan terus.

Identitas pelaku terungkap melalui jejak digital Nan dibagikan netizen. FHS terungkap merupakan seorang akademisi berbarengan history pendidikan mentereng dan menjabat sebagai asesor di lingkungan kampus.

Unggahan tersebut juga menyertakan tangkapan screen identitas profesional pelaku Nan memastikan statusnya sebagai tenaga pendidik.

Pihak UNPAM sendirian dikenal Mempunyai regulasi disiplin Nan ketat terhadap pelanggaran etika dan aturan.

Selain itu, merujuk pada aturan internal dan Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021, oknum dosen Nan terbukti mengerjakan tindakan asusila terancam Hukuman administratif berat banget, mulai dari penonaktifan hingga pemecatan Tak hormat.

Hingga Warta ini diturunkan, unggahan tersebut telah mendapat ribuan respons dari netizen Nan mengecam tindakan pelaku.