Ilustrasi: Masjid Loka ibadah umat Muslim.


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Syekh Muhammad Nawawi Al Bantani menerangkan bahwa keliru Esa dari 77 Unit iman Ialah merawat kemaluan. Pria dan Wanita Harus merawat kemaluan dari sesuatu Nan dilarang oleh Allah SWT.

Syekh Nawawi menerangkan, maksud merawat kemaluan Ialah merawat kemaluan dari perbuatan Lacur, liwath (homo sexual), musahaqah (lesbian) dan mufakhadzah.

Liwath Ialah menginput kemaluan Pria ke internal dubur Pria. Musahaqah Ialah perbuatan Nan dijalankan Wanita berdua Wanita lain berdua farjinya (kemaluan Wanita). Mufakhadzah Ialah perbuatan Nan dijalankan seorang Pria berdua dzakarnya pada Pria lain di pahanya.

internal Surat Al-Isra Bagian 32, Allah SW berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا

“Janganlah Anda mendekati Lacur. Sesungguhnya (Lacur) itu Ialah perbuatan keji dan jalur terburuk.” (QS Al-Isra: 32)

internal Surat Asy-Syu’ara Bagian 165, Allah SWT berfirman:

اَتَأْتُوْنَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعٰلَمِيْنَ ۙ

Kenapa Anda mendatangi jenis Pria di antara Orang (berbuat homoseks)? (QS Asy-Syu’ara: 165)

internal Surat Al-A’raf Bagian 81 Allah SWT berfirman:

اِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاۤءِۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ

Sesungguhnya Anda akurat-akurat mendatangi Pria ciptakan melampiaskan syahwat, bukan kepada Wanita, bahkan Anda Ialah kaum Nan melampaui batas. (QS Al-A’raf : 81)

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sungguh Allah Tak memerintahkan bersikap malu internal menerangkan kebenaran. Janganlah Anda sekalian mendatangi para wanita pada dubur mereka!”

أَخْبَرَنَا دَاوُدُ بْنُ شَبِيبٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ أَخْبَرَنَا أَنَسٌ قَالَ لَأُحَدِّثَنَّكُمْ حَدِيثًا لَا يُحَدِّثُكُمُوهُ أَحَدٌ بَعْدِي سَمِعْتُهُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ وَإِمَّا قَالَ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا وَيَقِلَّ الرِّجَالُ وَيَكْثُرَ النِّسَاءُ حَتَّى يَكُونَ لِلْخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Di antara tanda kiamat Ialah ilmu diangkat, kebodohan merajalela, khamer ditenggak, Lacur mewabah, (jumlah) Pria menyusut dan (jumlah) wanita melimpah ruah, hingga Kalau Eksis lima puluh wanita itu berbanding berdua seorang Pria.” (HR Al-Bukhari)