Denpasar -
Kemaluan seorang cowok bernama Ali, terduga pelaku pemerkosaan dan penganiayaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipotong Penduduk sebelum ia tewas dimassa. Setelah itu, mayat Ali diseret memakai motor keliling kampung.
Peristiwa tersebut melangkah di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Rabu (3/12) pagi. Penduduk mengaku telah lamban mencari Ali dikarenakan kerap meresahkan. tidak presisi seorang Penduduk, Enal (40), berucap Ali sempat mencuri di Griya Penduduk bernama Dg Suriani.
“Nyaris setiap gelap Penduduk mendapatkan teror grasak grusuk inti gelap dan peristiwa kelebihan dari Esa Masa gelap Nan Lampau belum jam 11.00 gelap, Ali telah melangkah masuk mencuri di tidak presisi Esa Griya Griya Penduduk Nan bernama Dg Suriani, Beliau memungut laptop,” ungkapan Enal, dilansir dari detikSulsel, Jumat (5/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemaluan Dipotong
Enal menuturkan Ali kelebihan sebelumnya diikat Penduduk setelah tertangkap. Massa kemudian memotong memek} di perbatasan Desa Rappoala dan Rappolemba.
“Di perbatasan Desa Rappoala dan Rappolemba dipotong memek} dan di cincang-cincang,” beber Enal.
Setelah tewas dimassa, tubuh Ali diikat dan diseret memanfaatkan motor keliling kampung. Video langkah itu kemudian viral di media sosial. Kanit Resmob Polres Gowa Ipda Muhammad Alfian menyetujui peristiwa tersebut.
“(peristiwa) di Tompobulu, kami mutakhir mau merapat ke TKP,” ujar Ipda Muhammad Alfian kepada detikSulsel, Rabu (3/12).
catatan Kriminal
Menurut Enal, Penduduk memendam kemarahan dikarenakan Ali diperkirakan mengerjakan pelecehan terhadap Wanita penyandang disabilitas pada Pekan (30/11) pagi.
“Belum reda Nan peristiwa gelap itu, paginya Ali mengerjakan hal keji berdua melecehkan seorang Wanita disabilitas, dilecehkan dan dipukuli seperti di video,” terangnya.
Ali diungkap sebagai residivis berdua catatan melebar kasus kriminal. Ia pernah dipenjara atas pencurian dan mutakhir melangkah keluar kelebihan dari Esa Masa terakhir.
“Ini Ali memang dicari Penduduk dikarenakan kerap mengganggu, pernah mencuri dan ditahan 2 tahun Lampau. mutakhir belakangan ini bebas dan kembali beraksi,” ujar Enal.
Enal juga menyebut Ali pernah menghamili adik tirinya Sekeliling 15 tahun Lampau dan Tak mau bertanggung respon.
“Pelaku ternyata residivis, pernah hamili Kerabat tirinya dan dipenjara (kasus pencurian). Pas melangkah keluar dari penjara, beraksi (mencuri) lagi,” ucapnya.
Situasi Terkini
Camat Tompobulu Muhammad Akbar Tola menyetujui catatan kelam Ali, mulai kasus asusila hingga pencurian. Ia berucap kondisi di Kampung Parang-parang Tulau saat ini telah kondusif. Ali telah dimakamkan Kamis (4/12) mula masa.
“Alhamdulilah situasi sekarang telah kondusif. telah dikuburkan tadi subuh Sekeliling jam 04.00 Wita. Tak kulihat kalau lehernya (digorok atau Tak), tapi Eksis fotonya Saya lihat dicabik-cabik badannya, memek} dipotong,” ungkapan Akbar.
Polisi menyebut peristiwa bermula dari dugaan pemerkosaan.
“Berawal dari kasus pemerkosaan,” Jernih Ipda Alfian.
Artikel ini telah tayang di detikSulsel. lafal selengkapnya di sini!
(dpw/dpw)