Mataram -

Sepekan terakhir, jagat maya di Nusa Tenggara diguncang oleh tiga peristiwa Nan menyita perhatian publik. Dari Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), beredar video siaran langsung seorang waria Nan melaksanakan tindakan tak senonoh di TikTok.

Di Lombok inti, topik pelibatan TNI bagian dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menyebabkan polemik. TNI ujungnya izinkan Bunyi dan menegaskan bahwa keterlibatan mereka sebatas kontrol, bukan meraih alih kewenangan dari Dinas Koperasi dan UMKM.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fana itu kasus kekerasan seksual terhadap gadis difabel berusia 18 tahun terjadi Flores Timur. Korban diperkosa berulang kali oleh Bapak dari temannya sendirian di extra dari Esa Letak berbeda. Polisi saat ini telah menaikkan kondisi kasus ini ke tahap penyidikan.

Berikut rangkuman Komplit tiga Warta Nan paling pas berlimpah diperbincangkan selama sepekan terakhir bagian dalam rubrik ‘Nusra Sepekan’:

1. Waria Dompu Pamer Kelamin ketika Live TikTok

Sebuah video siaran langsung di platform TikTok mendadak viral di media sosial Facebook. bagian dalam video berdurasi 42 irama itu, seorang waria Seiring dua Pria terlihat berbincang Rileks, Lampau seketika melaksanakan tindakan asusila berbarengan memperlihatkan alat kelaminnya.

Video tersebut kali pertama diunggah akun Facebook bernama Dims Strya pada Rabu (5/11/2025) pagi. Potongan video itu tersebar melebar dan menuai kecaman warganet. Dua Pria Nan ikut bagian dalam siaran langsung langsung memblokir akun sang waria dan meninggalkan ruang live.

langkah itu kemudian diberitakan ke pihak kepolisian. Polisi menjemput paksa AR (24), waria Nan memamerkan alat kelaminnya bagian dalam siaran langsung tersebut. AR diajak ke Polres Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), hasilkan dimintai Penjelasan.

“Kemarin diajak ke Polres Dompu hasilkan dijalankan Penjelasan terkait peristiwa Nan viral itu,” ungkapan Kasat Reskrim Polres Dompu, AKP Masdidin, Kamis (6/11/2025).

AR dijemput ketika inti mengisi acara sebagai penyanyi dangdut keliling di Desa Renda, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Rabu sore. alur penjemputan itu juga terekam kamera dan kembali viral di media sosial.

Menurut Masdidin, AR Tetap berstatus saksi dan telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan.
“hasilkan statusnya Tetap saksi, dan Fana ini Nan bersangkutan Tak dikendalikan. Namun, Kalau penyidik membutuhkan keterangan extra berikut, Beliau tetap harus tiba ke Polres,” ujarnya.

2. TNI Bantah tarik Alih Kopdes Merah Putih

TNI menyangkal tudingan bahwa mereka meraih alih pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dari Dinas Koperasi dan UMKM. Hulubalang Kodim 1620/Lombok inti, Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, menegaskan bahwa TNI hanya berperan sebagai pengawas bagian dalam proyek tersebut.

“Saya Dandim Lombok inti, memaparkan terbatas terkait pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ini Saya sampaikan bahwa kami di sini bukan Satker, tetapi merupakan suatu pengawas,” ungkapan Karim di Praya, Selasa (4/11/2025).

Ia menegaskan, keterlibatan TNI sebatas pemantauan pembangunan infrastruktur koperasi di desa-desa guna mengakselerasi alur pembangunan.
“bagian dalam kontrol ini bagian dalam rangka percepatan pembangunan. Jangan Eksis lagi alih-alih kita ini meraih alih Koperasi,” tegasnya.

Karim menjamin Tak Eksis Personil TNI Nan dudukin bagian dalam struktur organisasi KDMP. Setelah pembangunan berakhir, seluruh pengelolaan akan diserahkan kepada rezim desa.

sebelum itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok inti, Ikhsan, menyebut keterlibatan TNI bagian dalam proyek ini dikarenakan Dandim ditunjuk sebagai ketua satker di masing-masing wilayah. Ia berbisik pembangunan KDMP akan bekerja Baju berbarengan PT Agranis, Fana Letak pembangunan ditentukan oleh desa.

3. Gadis Difabel di Flores Timur Diperkosa Bapak rekan

Kasus memilukan tiba dari Larantuka, Flores Timur. Seorang gadis difabel berinisial ARK (18) diperkosa berulang kali oleh Bapak dari temannya sendirian, berinisial HB. Peristiwa ini terjadi di tiga Letak berbeda antara Mei dan Juni 2025.

peristiwa bermula ketika HB menghubungi ARK memakai nomor mutakhir dan mengajaknya Berjumpa di tidak berjarak bekas Rutan Kelas IIB Larantuka. Setelah Berjumpa, HB membawa korban ke semak-semak di belakang SMAK Santo Fransiskus Asisi Larantuka dan memperkosanya. langkah serupa diulanginya di ruang incinerator RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka serta di Griya pelaku di Kelurahan Ekasapta.

Kasus ini terbongkar ketika ARK berada di Sukabumi, Jawa Barat. Orang tuanya curiga dikarenakan kondisi fisik anaknya berkurang. Setelah ditelusuri di puskesmas, teridentifikasi ARK telah Tak perawan. Korban kemudian menceritakan Seluruh peristiwa kepada ibunya Nan langsung melapor ke Polres Flores Timur.

Kasi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A Kalelado, menyebut kasus ini telah melonjak ke tahap penyidikan. Polisi berencana memutuskan HB sebagai tersangka.

“Pemberitahuan dimulainya penyidikan juga telah dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Flores Timur,” ujarnya.


(dpw/dpw)