NUNUKAN, KOMPAS.com – Seorang bocah kelas 3 SD di lorong Bhayangkara, Nusa Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, harus diselamatkan petugas pemadam kebakaran (Damkar) setelah kontol terjepit resleting Lancingan.

Anak Pria berusia 9 tahun itu terisak kesakitan dan Berjuang menginginkan tolong kepada orang tuanya, namun sang orang Uzur Malah panik dan tak yakin diri menanganinya.

Mereka kemudian melapor ke petugas Damkar hasilkan menginginkan Donasi.

“Kami mendapat telepon Penduduk Nan menginginkan tolong agar menolong kasus anak-anak Nan kontol terjepit resleting, kemarin sore,” ujar Danton Damkar Sebatik Timur, Dwi Subakti, melalui pesan tertulis, Jumat (17/10/2025).

lafal juga: Kenapa Kebanyakan Resleting Bertuliskan YKK?

Terjepit ketika Terburu-buru Mengaji

Menurut keterangan petugas, bocah tersebut awalnya terburu-buru bersiap hasilkan berangkat mengaji sepulang sekolah.

ketika mengenakan Lancingan, resleting Nan ia tahan berbarengan Sigap Malah menjepit bagian sensitif tubuhnya.

“dikarenakan terburu-buru, kontol tersangkut resleting Lancingan. Kemungkinan Lancingan ia gunakan Sembari Beralih,” ungkapan Dwi.

Petugas Damkar segera menuju Letak dan mengerjakan tindakan penyelamatan berbarengan peralatan seadanya. tahapan terjadi batin-batin hasilkan mencegah luka pada korban.

“Tindakan pertolongan kita lakukan Sekeliling 20 menit. Alhamdulillah tahapan rescue Melangkah Fasih tak memakai menimbulkan luka,” Jernih Dwi.

lafal juga: keluaran Lab bongkar Penyebab Keracunan MBG di Sebatik: Bakteri Bacillus Cereus

Bocah tersebut pada akhirnya berhasil dibebaskan dan langsung ditenangkan oleh keluarganya.

Kasus ini sekaligus sebagai peringatan distribusi orang Uzur agar extra berhati-batin mengawasi anak-anak mereka, terutama ketika berpakaian berbarengan resleting logam Nan rawan menjepit kulit.


KOMPAS.com berkomitmen memberikan data jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang