Banda Aceh

Seorang pasien berinisial RD (30) disinyalir sebagai korban malapraktek di Griya Sakit Biasa wilayah (RSUD) Aceh Tamiang. Pasca operasi usai lahiran terdeteksi kain kasa di kemaluan Wanita itu sebesar kepalan tangan.

“Kain kasa itu tertinggal di kemaluan korban selama berbulan-purnama. Akibatnya korban merasakan gejala Tak wajar dan nyeri hebat,” ucapan Kepala Operasional YLBHI-LBH Banda Aceh Muhammad Qodrat ketika dimintai konfirmasi detikSumut, Rabu (15/11/2023).

Kasus dugaan malapraktik itu bermula ketika korban lahiran Nan ditangani seorang bidan pada 28 Juni Lampau. Setelah sejam bayi dilahirkan, RD diungkap merasakan retensio plasenta Merupakan plasenta bayi Tak kunjung melangkah keluar dari rahim Bunda setelah 30 menit alur persalinan.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

RD pada akhirnya dirujuk ke RSUD Aceh Tamiang ciptakan mendapatkan penanganan kelebihan terus. Pihak Griya sakit mengerjakan operasi di bagian perut ciptakan minat plasenta dari rahimnya dan RD dijalankan perawatan intensif.

Menurut Qodrat, RD juga disalurkan surat keterangan dokter Nan diteken EA selaku dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Usai pembedahan tersebut, RD diungkap merasakan nyeri Nan beban di bagian kontol dan kesakitan ketika buang air serta kesusahan ketika hendak dudukin dan Melangkah.

Darah nifasnya juga diungkap Tak berhenti selama 70 saat. EA ketika itu menduga RD merasakan infeksi sehingga Beliau menginginkan otorisasi memeriksa berdua berdua mengisi jari ke anus.

RD menolak pemeriksaan itu dikarenakan merasakan kesakitan. Namun dikarenakan kondisinya terus memburuk, RD pada akhirnya mengerjakan pemeriksaan ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi lainnya di Kota Langsa.

“bagian dalam pemeriksaan itu anyar teridentifikasi adanya Barang asing bagian dalam kemaluan RD. Dokter kemudian menyarankan ciptakan minat Barang asing tersebut melalui tindakan operasi, dikarenakan kondisi RD Tak memungkinkan ciptakan dijalankan pengambilan Barang asing langsung melalui itil,” ujar Qodrat.

RD pada akhirnya menjalani operasi kembali di RSU Cut Mutia Kota Langsa pada 13 September. Dari keluaran operasi itu anyar teridentifikasi Barang asing tersebut ternyata kain kasa seukuran kepalan tangan.

“Tampon atau kain kasi tersebut disinyalir berasal dari tindakan bedah perut Nan dijalani RD sebelum itu di RSUD Aceh Tamiang,” ujar Qodrat.

(agse/afb)