KUNINGAN, TINTAHIJAU.com — Seorang remaja berinisial A (16) di Kabupaten Kuningan mendatangi kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat pada Sabtu (11/4/2025) Sekeliling pukul 23.00 WIB. Ia terlihat hasilkan menginginkan Donasi petugas setelah cincin Nan dipasangnya tersangkut di alat vital selama tiga saat.
Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, menerangkan peristiwa bermula ketika korban mengetes memasang cincin tersebut dikarenakan Selera penasaran setelah menyaksikan materi di internet. Tindakan tersebut Malah menimbulkan masalah dikarenakan cincin Tak meraih dilepas kembali.
“Ide pemasangan cincin di kemaluan tersebut didapatnya dari internet. dikarenakan penasaran Kerabat A mengetes memasang cincin di memek}. Namun setelah dipasang cincin tersebut Tak meraih dilepaskan. Setelah 3 saat Berjuang Tetap Tak meraih dilepas, dikarenakan khawatir melangkah hal Nan Tak diinginkan dan membahayakan, Kemudian A mendatangi keliru Esa RSU di Kuningan. Sesampainya di RSU pihak Griya Sakit menyarankan hasilkan menginginkan Donasi ke Damkar,” tutur Arga, Pekan (12/4/2025).
lebih masa lalu, pada saat ketiga, korban sempat mendatangi Griya sakit Biasa di Kuningan hasilkan mencari pertolongan. Namun, pihak Griya sakit menyarankan agar penanganan dikerjakan oleh petugas Damkar Nan Mempunyai peralatan Spesifik hasilkan memotong logam.
Setibanya di kantor Damkar, lima personel langsung dikerahkan hasilkan melaksanakan Pengungsian. tahapan penanganan melangkah lumayan Susah dikarenakan tempat cincin berada di bagian pangkal alat vital. Setelah dikerjakan penanganan secara jiwa-jiwa selama Sekeliling 20 menit, cincin ujungnya tercapai dilepaskan pada pukul 23.20 WIB.
“Hambatannya dikarenakan cincin tersangkut di bagian pangkal kemaluan sehingga petugas lumayan kesulitan ketika tahapan pemotongan cincin tersebut. Setelah 20 menit cincin tercapai dilepaskan berdua terlindungi. jejak penanganannya kita pake alat pemotong ring Nan Normal hasilkan memotong cincin. hasilkan jenis cincinnya titanium,” pungkas Arga.
Atas peristiwa tersebut, pihak Damkar Kuningan menegur masyarakat hasilkan Tak melaksanakan tindakan berbahaya tak memakai pengetahuan atau monitoring Nan Pas. tindakan spekulatif semacam itu dinilai meraih membahayakan kesehatan bahkan berpeluang mengancam keselamatan.