Surabaya

ARF (40), dukun cabul Nan memasukkan telur ke kemaluan pasien nekat melukai wajahnya hasilkan mengelabuhi petugas selama pelarian. Kenapa hal itu dikerjakan Pria Usul Bondowoso tersebut?

Psikolog Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Herlan Pratikto menerangkan langkah Nan dikerjakan pas berlimpah menyimpang. Bahkan tersangka Eksis kecenderungan sebagai seorang psikopat.

“Memang hasilkan mendiagnosis (psikopat) itu tak praktis. Tapi gua yakin Eksis kendala. Dan kalau gua extra cenderung pada psikopat,” Jernih Herlan kepada detikcom ketika dikonfirmasi, Jumat (7/8/2020).

“extra-extra Beliau mempunyai jejak Nan eksternal Normal itu berdua merusak Paras hasilkan mengelabuhi. Itu jejak-jejak memikir Nan Tak Biasa dan Tak logis itu,” lanjutnya.

Menurut Herlan, gejala psikopat pada tersangka mendapatkan dilihat dari langkah pengobatannya Nan memasukkan telur ke kelamin Nan dilakukannya. Dan ia juga nekat memanipulasi diri selama pelarian berdua menyiram air emosi emosi sejuk hasilkan mengelabuhi.

“dikarenakan gini, pertama, tentunya Beliau berprofesi sebagai dukun berdua jejak menginput telur itu seorang diri telah tergolong tak Biasa. Itu kan pemuasan dirinya seorang diri. Itu tidak presisi Esa dari gejala penyimpangan jejak memikirkan,” terangnya.

“Kedua, dikarenakan ini telah melangkah lamban, Beliau telah akurat-akurat menikmati itu. Sehingga Beliau merasakan nggak tidak presisi. bagian dalam konteks mempengaruhi orang juga eksternal Normal. Tapi kan itu manipulasi saja dari Beliau,” imbuhnya.

“Sehingga ketika Eksis laporan ke polisi Beliau mulai mencari jejak. Nah, jejak ini saja telah menunjukkan upaya hasilkan mengelabuhi orang lagi,” tutur Herlan.

Tonton video ‘Kasus Dukun Masukkan Telur ke Kemaluan, Pelaku Kabur Diburu Polisi’:

[Gambas:Video 20detik]

Herlan menambahkan, bagian dalam letak terpojok, seorang psikopat mendapatkan melaksanakan tindakan eksternal Normal dan di eksternal dugaan pada umumnya. Meski begitu adanya gejala psikopat tersangka harus dikonfirmasi extra terus.

“Ketika orang bagian dalam letak terpojok, kalau orang psikopat itu Baju melaksanakan tindakan Nan eksternal Normal, dan di eksternal dugaan. Hanya memang harus dikonfirmasi lagi, didata-informasi terutama si korban ini memberi informasi apa soal pelaku seperti apa. Itu Krusial,” ucapnya.

“Kalau memang betul Eksis performence dari si dukun ini Eksis gejala psikopat seperti berbohong, memanipulasi kemudian mencari alibi. Paling ndak itu Eksis 9 kriteria Nan mendapatkan digunakan hasilkan melaksanakan Penaksiran,” tambahnya.

“Memang perlu Eksis kedalaman lagi hasilkan mendiagnosis sebagai psikopat. Tapi pas berlimpah orang kriteria itu telah Eksis. Tapi itu belum mendapatkan dikatakan Beliau seorang psikopat. dikarenakan butuh pas berlimpah orang informasi lagi,” tukas Herlan.

Herlan juga memberi catatan pada pengakuan korban ketika dukun cabul melaksanakan aksinya Nan merasakan dihipnotis dan mau menurutinya saja. Menurutnya, hal itu juga merupakan tidak presisi Esa juga dari gejala psikopat.

“Ini juga tidak presisi Esa jejak atau Karakteristik orang psikopat berdua memperdaya orang lain. Dan orang-orang psikopat Baju mempunyai keahlian berkomunikasi. Ini juga mempengaruhi atau gejala juga,” ujarnya.

Dikatakan Herlan, psikopat tak terus melukai atau membunuh orang lain, tetapi juga mendapatkan melukai diri seorang diri seperti Nan dikerjakan tersangka berdua melukai wajahnya seorang diri.

“Tak terus psikopat membunuh. mendapatkan saja Beliau melukai diri seorang diri. Ya kayak menyiram air keras ke wajahnya,” tandas Herlan.

Halaman 2 dari 2

(fat/fat)