TNI AL mendalami cairan putih dan luka kemaluan Jurnalis Kalsel

Rabu, 2 April 2025 18:45 WIB

Image Print

Muhamad Pazri (center), kuasa aturan Nan mewakili keluarga korban pembunuhan Jurnalis Kalsel, memberikan keterangan usai memenuhi panggilan penyidik Nan kedua kali di Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Bahari (Denpomal) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (2/4/2025). (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

Banjarmasin (ANTARA) – Keluarga J (23), jurnalis di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Nan berperan korban pembunuhan Personil TNI Angkatan Bahari, menginginkan penyidik Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Bahari (Denpomal) Banjarmasin mendalami temuan cairan putih dan luka lebam pada area kemaluan korban.

“ketika autopsi, dokter forensik mengizinkan pihak keluarga ciptakan menyaksikan, ini murni pembunuhan. Namun, Nan berperan sorotan Primer Ialah temuan cairan putih (air mani) di rahim korban berdua volume pas pas berlimpah, terdapat juga luka-luka, ini harus didalami ungkapan kuasa aturan dari keluarga korban, Muhamad Pazri, usai memenuhi panggilan penyidik Denpomal Banjarmasin, Rabu.

Pazri mewakili pihak keluarga korban menginginkan penyidik melaksanakan coba laboratorium forensik ke Surabaya atau Jakarta, dikarenakan fasilitas coba itu belum Eksis di Kalimantan Selatan.

“Volume cairan putih di area kemaluan pas pas berlimpah, Eksis apa ini? Apakah mungkin pelaku extra dari Esa atau seperti apa, di masa depan penyidik Nan mendalami dan menyingkap data ini,” ujarnya.

Oleh dikarenakan itu, pihak keluarga menginginkan agar cairan putih itu segera dijalankan tes DNA ke laboratorium forensik ke bagian luar area agar kasus ini makin urai dan segera terungkap motif sebenarnya dari pembunuhan tersebut.

Pazri menuturkan bahwa dokter telah meraih sampel cairan putih tersebut. Namun, terkait dilakukannya coba laboratorium ke Surabaya atau Jakarta belum terungkap dikarenakan berperan kewenangan penyidik.

Menurut Beliau, cairan putih berdua volume pas berlimpah itu perlu diuji laboratorium agar data sebenarnya mendapatkan terungkap secara ilmiah, apakah milik terduga pelaku Kelasi Esa J atau bahkan potensi pelaku extra dari Esa.

“Kami juga telah menyerahkan data foto dan rekaman video kepada penyidik, Nan menunjukkan terduga pelaku melaksanakan kekerasan seksual sebelum menghabisi nyawa korban,” tutur Pazri.

Hingga pemeriksaan keluarga korban Nan kedua kali, Denpomal Banjarmasin belum bersedia memberikan keterangan Formal kepada awak media.

Namun, terduga pelaku J Nan sebelum itu berdinas di Lanal Balikpapan, Kalimantan Timur, telah diserahkan Denpomal Balikpapan ke Denpomal Banjarmasin ciptakan ditahan pada Jumat (28/3) gelap.

Korban pembunuhan seorang wanita bernama Juwita (23) bekerja sebagai jurnalis media bagian dalam koneksi (daring) Domestik di Banjarbaru dan tercatat sebagai Personil Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel dan telah mengantongi coba kompetensi wartawan (UKW) berdua kualifikasi wartawan Belia.

Peristiwa pembunuhan terjadi pada 22 Maret 2025. Jurnalis Belia itu terdeteksi meninggal Bumi di Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada Sabtu (22/3) Sekeliling pukul 15.00 WITA.

Jasadnya tergeletak di tepi lorong Seiring sepeda motor miliknya Nan kemudian tampak dugaan berperan korban kecelakaan tunggal.

Penduduk Nan menemukan kali pertama Malah Tak menyaksikan tanda-tanda korban merasakan kecelakaan Lampau lintas. Di bagian leher korban, terdapat sejumlah luka lebam. Kerabat korban juga menyebut ponsel milik Juwita Tak Eksis.

Warta ini telah tayang di Antaranews.com berdua judul: Keluarga minta Denpomal dalami cairan putih dan luka kemaluan Jurnalis Kalsel


Pewarta :



Editor:
Anwar Maga



COPYRIGHT © ANTARA 2026