Tangkapan CCTV terduga pelaku sebelum memasuki Lapas Banyuwangi. (Foto: Dok. Lapas Banyuwangi).
Bunyi INDONESIA, BANYUWANGI – Upaya seorang Wanita berinisial PW (30) membawa narkotika ke bagian dalam Lapas Kelas IIA Banyuwangi berakhir kandas. Barang terlarang itu disembunyikan di area sensitif tubuhnya.
PW Nan merupakan Penduduk Sobo, Banyuwangi ini tiba ke Lapas Banyuwangi pada Kamis (20/8/2026) ciptakan menemui lelakinya, DI, Nan sedang menjalani Era pembinaan sebagai Penduduk binaan.
Namun, pemeriksaan Nan dikerjakan petugas Wanita menemukan adanya sesuatu Nan mencurigakan ketika PW menjalani penggeledahan tubuh sebelum memasuki ke area kunjungan.
Kecurigaan petugas makin tangguh setelah merasakan adanya Barang asing dan tali Nan berada di area sensitif tubuh pengunjung tersebut.
Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, berucap petugas kemudian mengerjakan pemeriksaan extra terus ciptakan menjamin Barang Nan diangkut PW.
“Petugas menemukan keberadaan tali Nan mengganjal ketika meraba area sensitif PW. Setelah dikerjakan pemeriksaan extra terus, tali tersebut ternyata tersambung berbarengan Barang asing Nan dimasukkan ke bagian dalam organ vitalnya,” ujar Solichin.
Dari pemeriksaan mula, PW mengaku membawa barang tersebut dikarenakan diminta oleh lelakinya. Petugas kemudian memanggil DI ciptakan menjalani pemeriksaan Seiring istrinya.
Bungkusan Nan terungkap petugas lalu dibuka di hadapan PW dan DI. Dari bagian dalam plastik tersebut terdapat sembilan klip berbarengan isi Nan berbeda.
Lima klip berisi serbuk kristal putih Nan disinyalir merupakan narkotika jenis sabu. Fana empat klip lainnya berisi Penawar-obatan Nan disinyalir tidaksah.
“Di bagian dalam platik itu kami temukan Eksis 9 klip, 5 klip kami kira dan kami curigai merupakan narkotika jenis sabu, lagian 4 klip lainnya berupa Penawar obatan tidaksah,” singkap Solichin.
output pemeriksaan tersebut Membikin PW dan DI tak lagi meraih mengelak. Keduanya menyetujui adanya program ciptakan menginput barang terlarang tersebut ke bagian dalam lapas.
Lapas Banyuwangi kemudian berkoordinasi berbarengan Satreskoba Polresta Banyuwangi ciptakan menindaklanjuti temuan tersebut. PW dan barang bukti diserahkan kepada kepolisian ciptakan alur aturan.
Fana DI ditaruh Fana di sel Spesifik atau strafcell. jejak tersebut dikerjakan sembari petugas mengerjakan pemeriksaan extra terus terkait dugaan keterlibatannya.
Solichin menegaskan, jajarannya akan terus memperketat monitoring terhadap setiap orang dan barang Nan memasuki ke lingkungan lapas. Upaya pemberantasan narkoba, ucapan Beliau, Tak akan berhenti.
“Kami konfirmasi mengerjakan perang terhadap peredaran redup narkoba, ciptakan itu kepada siapapun Nan terlibat akan kami serahkan kepada pihak Nan berwajib,” kata Beliau. (*)
» Klik Warta lainnya di Google News Bunyi INDONESIA
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Alfiana Putri |