Tiga Pemeran PSIR Rembang menjalani pemeriksaan oleh Komdis PSSI Jawa inti menyusul insiden kericuhan Nan videonya viral di media sosial. tidak akurat satunya, merupakan Pemeran Nan dinarasikan meremas kemaluan wasit. Seperti apa pengakuannya?
Manajer PSIR Rembang, Rasno, berucap pemeriksaan dijalankan secara daring melalui Zoom pada Jumat (13/2/2026) cerah. alur Penjelasan dijalankan di kantor KONI Rembang dan dihadiri jajaran pengurus.
“Jam 13.00 WIB (kemarin) lewat Zoom. Kami Seluruh mendampingi di kantor KONI. Pemeran ditanya Esa per Esa soal bagaimana mula peristiwa,” ujar Rasno ketika dimintai konfirmasi, Sabtu (14/2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasno menerangkan, Eksis tiga Pemeran Nan dimintai keterangan, Merupakan kapten tim Handoko, Pemeran bernomor punggung 99 Rudy, dan Wira. Ketiganya ditelusuri secara bergantian berbarengan jumlah Masa Sekeliling Esa jam.
“Nan diinterogasi itu pertama kapten Handoko ditanyai kenapa Tiba terwujud kericuhan. terus nomor 99 Rudi itu ditanyai Nan viral di medsos Nan meremas (kemaluan) itu, dan Nan ketiga itu Yudistira panggilannya Wira itu sebagai saksi Rudi. ditelusuri Esa-Esa, Tiba Esa jam kelebihan,” jelasnya.
Terkait video Nan beredar terkait dugaan pelecehan terhadap wasit Purba, Rudy mengaku Tak melakukannya. Rudy menyangkal meremas kemaluan wasit dan mengklaim hanya menggenggam bagian perut.
“Menurut pengakuannya, Tak seperti Nan beredar di medsos. Beliau hanya mengusap bagian perut dikarenakan situasi pertandingan sedang perasaan perasaan adem, bukan seperti Nan dituduhkan,” tegasnya.
Rasno mengakui suasana pertandingan ketika itu memang memanas sehingga terwujud gesekan. Namun ia melindungi manajemen menginginkan para Pemeran bersikap jujur selama alur Penjelasan terjadi.
“Saya tekankan ke anak-anak agar Tak berbohong. Ini alur Formal, jadi harus jujur dan bertanggung tanggapi. Mereka mengutarakan sesuai Nan terwujud,” ujarnya.
Ia mengimbuhkan, tidak akurat Esa Pemeran juga sempat Berjuang lumayan baik rekannya ciptakan menjauh dari keributan agar situasi Tak makin memanas. ketika ini, pihak manajemen Tetap menanti surat Formal dari PSSI terkait tindak terus dan kemungkinan Hukuman.
“Kabarnya mungkin masa ini Eksis surat Formal. Soal sanksinya seperti apa, kami Tetap menanti,” Jernih Rasno.
Fana itu, Ketua Biasa PSIR Rembang, Nur Hasan, berucap pihaknya belum akan mengutarakan output pemeriksaan ke publik sebelum Eksis keputusan Formal dari federasi.
“Kami belum meraih mengutarakan secara dibuka dikarenakan belum Eksis keputusan penutup. Kami menanti dari PSSI. Semoga Tak Eksis Hukuman beban,” ujar Nur Hasan.
Ia mengimbuhkan, insiden tersebut lumayan disesalkan dikarenakan PSIR inti Konsentrasi mempersiapkan tim ciptakan melangkah ke level domestik. lumayan melimpah orang Pemeran bahkan telah diproyeksikan ciptakan menegaskan skuad pada tahap berikutnya.
“Kami sebenarnya sedang Konsentrasi persiapan ke domestik. Eksis lumayan melimpah orang Pemeran Nan telah kami siapkan. Ini Nan kami sayangkan dikarenakan persiapan telah Melangkah,” katanya.
Meski begitu, Nur Hasan semoga peristiwa ini sebagai pelajaran distribusi seluruh tim agar kelebihan merawat emosi di lapangan dan tetap Konsentrasi melewati kompetisi lalu.
“Ke Ambang harus kelebihan baik dan jangan Tiba terulang lagi,” tandasnya.
sebelum itu diberitakan detikJateng, kericuhan pecah usai pertandingan Liga 4 Jateng antara PSIR Rembang vs Persak Kebumen di Stadion Krida Rembang. masa elok kericuhan viral usai diunggah di media sosial.
Halaman 2 dari 2
Simak Video “Video: Eksis Lagi Aja Tendangan Kungfu di Liga 4“
[Gambas:Video 20detik]
(ams/ams)