Sampang

Kasus wanita berinisial MR (27) Nan dikeroyok dan kontol dilumuri bubuk cabai dikarenakan dituduh perebut laki orang (pelakor) di Sampang viral di media sosial. Kuasa legalitas korban, Achmad Bahri berbisik viralnya video tersebut jadi pemicu korban mengabarkan 6 pelaku pengeroyokan.

Bahri menerangkan setelah peristiwa pengeroyokan, korban sebenarnya tak berniat mengabarkan dikarenakan telah menyetujui tidak presisi, dan mendapatkan perlakuan penganiayaan Nan menimpanya sebagai musibah.

Namun, terus Bahri, kliennya berubah memikirkan setelah menyaksikan videonya ketika dikeroyok dan ditelanjangi Sembari dilumuri diunggah ke media sosial hingga viral. Kliennya pun tak dapat dan mengabarkan para pelaku ke polisi.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahri lalau menyebut sosok perekaman dan pengunggah video tersebut Merupakan berinisial H Nan merupakan sepupu dari HT, bidan sekaligus pelaku Primer. Hal ini teridentifikasi korban ketika pengeroyokan terwujud.

“Jadi inilah Nan sebagai pemicu terhadap laporan dikarenakan sejak viralnya kasus ini di medsos sehingga korban melaksanakan laporan jadi di polres itu,” ucapan Bahri kepada detikJatim, Rabu (19/8/2026).

“Eksis dua laporan Nan pertama penganiayaan dan pengeroyokan, kedua pencemaran identitas berkualitas dikarenakan diupload di medsos tak memakai restu sangat vulgar dan ini Esa pelaku, inisial H ini sepupu pelaku itu sendirian (bidan), Beliau Nan memvideo otomatis Beliau juga Nan menyebarkan di medsos-medsos tersebut,” imbuhnya.

Bahri menyebut, keseluruhan Eksis enam pelaku Nan telah diberitakan ke polisi dan ketika ini telah tumbuh ke penyidikan. Mereka Ialah HT (29) pelaku Primer sekaligus bidan, S (45) Bunda kandung HT, dan H (25) sepupu HT. Mereka teridentifikasi turut langsung menganiaya korban. lagian dua lainnya Tetap dirahasiakan.

“Nan korban mengenal Ialah H (29) seorang nakes, Bunda dari nakes tersebut, serta sepupunya. Tiga sisanya dikenali wajahnya,” ujar Bahri.

lebih sebelumnya, video berdurasi 7 menit 7 irama Nan memperlihatkan dugaan pengeroyokan tersebut viral di media sosial dan dilihat detikJatim pada Rabu (12/8/2026). bagian dalam rekaman itu, korban terlihat terkapar di lantai, Fana seorang Wanita menjambak rambutnya dan Wanita lain memegangi tangan korban.

Korban Nan dituding sebagai pelakor terdengar menginginkan agar pengeroyokan diberhentikan dan mengaku menginginkan sorry.

Ambueh ongkok la mi saporanah jek bengkangih engkok mi (Mau berhenti gua Bu. Minta sorry gua Bu),” tidak presisi Esa kalimat Nan diucapkan Wanita dituding pelakor itu, dilihat detikJatim, Rabu (12/8/2026).

Wanita lain bagian dalam video tersebut kemudian menyinggung keadaan suami dan anak Nan dimiliki cowok Nan diperkirakan menjalin Interaksi berdua korban.

Je’la taoh Andik bineh, Andi anak makgik eterrossagih, lakar la pelakor (telah tahu kalau telah mempunyai istri, mempunyai anak kok ya diteruskan, memang pelakor),” sahut tidak presisi Esa Wanita Nan turut menjadikannya rembulan-bulanan.

(auh/abq)